Yayasan Nene Mallomo Celebes
Call 0411-6255733

Sms 081944244399
Jl datuk patimang no 52 makassar
Program Affiliate Indowebmaker Berkah Herbal Banner 9 Program Affiliate Indowebmaker Berkah Herbal Banner 9 Program Affiliate Indowebmaker Berkah Herbal Banner 9 Berkah Herbal Banner 9 Program Affiliate Indowebmaker Berkah Herbal Banner 9 Program Affiliate Indowebmaker Berkah Herbal Banner 9

21/12/10

Mau tau cara bikin website dan dapat uang setiap hari??

Kabar gembira untuk Anda
Segera launching bisnis online terbaru ,afiliasai & matrix
website edukasi online yang membongkar rahasia cara pembuatan website secara mudah dan cepat.

Belajar sambil dapat duit....

Jika selama ini Anda gagal dalam bisnis online,maka inilah yang anda butuhkan untuk meraih sukses dalam bisnis online Anda

sangat cocok untuk pemula ....

luangkan waktu 2 menit saja untuk membaca informasi ini...dan jangan sampai Anda menyesal bila tidak membacanya.

klik http://nmcindo.com/investasi

by Admin http://nmcindo.com

24/10/10

Urgensi Berpikir

Berpikir adalah pekerjaan kita sehari-hari. Namun sayangnya, kebanyakan manusia hanya menggunakan sedikit sekali potensi berpikir. Padahal berpikir adalah kunci menuju sukses dan kebahagiaan. Bahkan, masih banyak orang yang belum mengerti proses berpikir tersebut. Dalam Al Quran, ada banyak kata yang kita artikan berpikir. Mengapa banyak? Karena memang masing-masing memiliki makna dan proses yang berbeda. Sejauh mana kita mengetahui cara berpikir? Jika caranya saja kita belum mengerti, bagaimana kita bisa melakukannya? Dan, kenapa harus report memikirkan tentang berpikir?

Berpikir adalah menghadirkan dua pengetahuan untuk mendapatkan pengetahuan ketiga. Disebut tafakkur karena dalam semua proses itu menggunakan dan menghadirkan pikiran. Namun, berpikir tidak hanya disebut dengan istilah tafakur saja, masih ada istilah lain yang perlu kita fahami masing-masing agar kita mampu berpikir lebih baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kita.

  • Dan, disebut tadzakkur karena menghadirkan ilmu yang harus diingat-ingat setelah terlupa dan hilang.
  • Disebut nadhar karena melihat dengan mata hati pada hal yang dipikirkan.
  • Adapun disebut ta'ammul karena mengulang-ulang pikiran sampai terlihat jelas dan terbuka bagi hatinya.
  • Sementara itu, disebut i'tibar (wazan ifti'al dari kata 'ubur yang berarti menyeberangi) karena dia menyeberang dari suatu hal ke hal yang lain; dia menyeberang dari hal yang dipikirkannya menuju ke pengetahuan ketiga. Yang disebut dengan pengetahuan ketiga ini adalah tujuan dalam i'tibar itu.
  • Oleh karenanya, hal itu pun disebut sebagai 'ibrah. Kata Ibrah mengikuti wazan isim haal seperti kata jalsah, rikbah dan qitlah. Ini untuk menunjukkan bahwa ilmu dan pengetahuan telah menjadi haal (karakter) bagi pemiliknya.
  • Disebut tadabbur karena merupakan perenungan tentang akibat dan akhir suatu perkara.Jadi, arti mentadaburi suatu kalimat adalah memikirkannya dari bagian awal sampai akhir, kemudian mengulang-ulangi perenungannya. Oleh karena itu, bentuknya mengikuti wazan tafaa'ul, seperti tajarru', tafahhum, dan tabayyun.
  • Dan disebut istibshar, wazan istif'al dari kata tabasshur yang berarti jelas dan tersingkapnya sesuatu hal di depan bashirah (mata hati).

Baik tadzakkur maupun tafakkur punya faedah masing-masing. Tadzakkur berarti hati mengulang-ulang apa yang diketahuinya agar tertanam dengan kuat di dalamnya, sehingga tidak terhapus dan pudar dari dalam hati secara keseluruhan. Adapun tafakur berarti memperbanyak ilmu dan mencari apa yang belum ada di hati. Jadi tafakur itu gunanya mencari ilmu dan tadzakkur berguna untuk menjaganya.

Jadi, tafakkur dan tadzakkur adalah benih ilmu. Saling bertanya adalah siramannya, dan mudzakarah adalah pembuahannya.

Kebaikan dan kebahagiaan itu tersimpan di dalam sebuah gudang, kuncinya adalah tafakkur. Jadi harus ada tafakkur dan ilmu. Apabila dari proses itu kemudian hati memperoleh ilmu, maka setiap orang yang melakukan suatu hal yang baik atau buruk pasti ada satu kondisi di hatinya yang terwarnai oleh ilmunya. Kondisi itu melahirkan iradah (kehendak), dan iradah melahirkan amal.

Sampai di sini ada lima hal:

  1. berpikir,
  2. buahnya, yaitu ilmu,
  3. buah dari keduanya, yaitu keadaan yang terwujud bagi hati,
  4. buah yang ditimbulkannya, yaitu iradah, dan
  5. buah iradah, yaitu amal.

Dengan demikian, ilmu adalah titik permulaan dan kunci segala kebaikan.

Hal ini tentu membuktikan keutamaan dan kemuliaan tafakkur. Hal itu juga membuktikan bahwa tafakkur tergolong amal hati yang paling utama dan paling bermanfaat bagi hati itu sendiri; sampai dikatakan, "Tafakkur sesaat lebih baik dari ibadah setahun." Hanya berpikir yang dapat mengubah seseorang dari matinya kecerdasan kepada hidupnya kesadaran, dari kebencian kepada cinta, dari rakus dan tamak menjadi zuhud dan qana'ah, dari penjara dunia ke cakrawala akhirat, dari sempitnya kebodohan ke lapangnya ilmu, dari penyakit syahwat dan cinta kehidupan fana ini ke sehatnya taobat kepada Allah dan mengesampingkan dunia, dari musibah buta, tuli, dan bisu ke nikmat melihat, mendengar, dan paham tentang Allah. Juga dari penyakit-penyakit syubhat (keraguan) ke sejuknya keyakinan dan tenteramnya dada.

[Sumber: Kunci Kebahagiaan, karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Penerbit Akbar Media Aksara]



--
http://ynmc.co.cc
http://tribunfajar.co.cc
http://ngetikonline.co.cc

Cara Meyakinkan Diri Agar Percaya Diri

Pertanyaan: Bagaimana cara meyakinkan diri sendiri untuk memiliki rasa percaya diri? kunci dari percaya diri adalah keyakinan akan diri sendiri.

Jadi, pertanyaan ini ialah bagaimana cara meyakinkan diri sendiri. Jika Anda sudah memiliki keyakinan akan diri sendiri, maka percaya diri akan muncul.

Banyak orang yang mengatakan tidak yakin kalau belum melihat dengan mata sendiri. Meski ungkapan ini "rancu" namun itulah apa yang ada di pikiran banyak orang. Mereka hanya yakin jika sudah melihat. Padahal kalau sudah melihat bukan keyakinan lagi, itu namanya sudah pengetahuan. Justru, yakin itu terhadap sesuatu yang belum kita lihat.

OK, tidak masalah. Bagaimana pun itulah apa yang ada di pikiran kebanyakan orang. Termasuk Anda? Sekarang kita akan belajar bagaimana "melihat" kemampuan Anda, sehingga Anda menjadi lebih yakin bahwa diri Anda mampu. Inilah cara meyakinkan diri.

Cara melihat kemampuan Anda ialah dengan melakukan apa yang disebut: "tantangan". Banyak penulis buku mengatakan, jika kita ingin percaya diri, maka lakukanlah tantangan. Tantangan adalah sebuah tindakan yang selama ini Anda anggap sulit bahkan tidak mungkin dilakukan.

Mengapa harus melakukan tantangan? Karena ini langkah awal cara meyakinkan diri. Jika Anda hanya melakukan apa yang Anda bisa, Anda tidak bisa melihat kemampuan Anda yang sesungguhnya. Dengan melakukan tantangan, mata Anda akan terbuka, ternyata Anda bisa melakukan sesuatu yang selama ini Anda anggap tidak bisa. Maka percaya diri pun akan naik.

Masalahnya… Banyak orang yang enggan melakukan tantangan. Baru mendengar saja, sudah terlintas sesuatu yang berat. Melakukan tantangan adalah keluar dari zona nyaman, sehingga banyak orang yang tidak mau melakukannya. Termasuk Anda? Coba saja periksa, seberapa banyak tantangan yang pernah Anda lakukan.

Oleh karena itu, ada strategi khusus bagaimana cara kita melakukan tantangan. Strategi itu adalah: bertahap. Anda akan merasa berat atau sulit jika langsung menghadapi tantangan yang berat. Tantangan harus bertahap, mulai dari tantangan yang kecil, kemudian dinaikan lagi sampai Anda mampu melakukan tantangan besar dalam hidup Anda. Cara meyakinkan diri harus dilakukan secara bertahap.



--
http://ynmc.co.cc
http://tribunfajar.co.cc
http://ngetikonline.co.cc

Janganlah Kamu Bersedih

Mungkin Anda pernah membaca ayat ini: "Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita." (At-Taubah:40) Lalu, bagaimana jika kita tetap merasa bersedih? Ini artinya ada sesuatu yang salah dalam hati kita. Dalam ayat diatas, kita tidak perlu bersedih sebab Allah beserta kita. Jika kita masih tetap saja bersedih, artinya kita belum merasakan kedekatan dengan Allah.

Yang dimaksud bersedih bukanlah berarti menangis. Menangis dalam rangka takut dan berharap kepada Allah malah dianjurkan supaya kita bebas dari api neraka. Bersedih yang dilarang adalah kesedihan akibat ketidaksabaran, tidak menerima takdir, dan menunjukan kelemahan diri.

Bersedih Itu Manusiawi
Para Nabi bersedih. Bahkan Rasulullah saw pun bersedih saat ditinggal oleh orang-orang mencintai dan dicintai beliau. Namun, para Nabi tidak berlebihan dalam sedih. Para Nabi segera bangkit dan kembali berjuang tanpa larut dalam kesedihan.

Bersedih Tidak Diajarkan
Bersedih (selain takut karena Allah) tidak diajarkan dalam agama. Bahkan kita banyak menemukan ayat maupun hadist yang melarang kita untuk bersedih.

"Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita." (QS.At-Taubah:40)

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS.Ali 'Imran:139)

Rasulullah saw pun berdo'a untuk agar terhindar dari kesedihan,

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau." (HR. Abu Dawud)

Lalu, bagaimana supaya kita tidak bersedih?
Jika kita melihat ayat dan hadits yang disebutkan diatas, setidaknya kita sudah memiliki dua solusi agar kita tidak terus berada dalam kesedihan.

Pertama: dari ayat diatas (At Taubah:40) bahwa cara menghilangkan kesedihan ialah dengan menyadari, mengetahui, dan mengingat bahwa Allah bersama kita. Jika kita sadar bahwa Allah bersama kita, apa yang perlu kita takutkan? Apa yang membuat kita sedih. Allah Maha Kuasa, Allah Maha Penyayang, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita.

Saat kesedihan terus menimpa kita, mungkin kita lupa atau hilang kesadaran, bahwa Allah bersama kita. Untuk itulah kita diperintahkan untuk terus mengingat Allah.

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS Ar Ra'd:28)

Dari ayat ini, kita sudah mengetahui cara menghilangkan kesedihan, kecemasan, dan ketakutan yaitu bidzikrillah, dengan berdzikir mengangat Allah.

Saat saya mengalami kesedihan, ketakutan, atau kecemasan, ada tiga kalimat yang sering saya gunakan untuk berdzikir.

  1. Istighfar, memohon ampun kepada Allah.
  2. La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)
  3. Hasbunallaah wa ni'mal wakiil (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baiknya Pelindung)
  4. Tentu saja, masih banyak kalimat-kalimat baik lainnya yang bisa Anda ucapkan

Alhamdulillah, kesedihan, kecemasan, dan ketakutan menjadi sirna setelah berdzikir dengan kalimat-kalimat diatas. Tentu saja, bukan saja dzikir di lisan tetapi harus sampai masuk ke hati.

Kedua: cara menghilangkan kesedihan ialah dengan berdo'a seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Nabi pun meminta pertolongan Allah, apa lagi kita, jauh lebih membutuhkan pertolongan Allah. Maka berdo'alah.

Tentu saja, masih banyak cara supaya kita tidak bersedih. Saya bisa menulis buku tebal jika mau membahas semuanya. Namun, dengan dua cara utama diatas kita akan mendapatkan mamfaat yang luar biasa. Bersedih masih mungkin kita alami, tetapi tidak lagi bersedih yang berlebihan dan berlarut-larut. Karena hidup dan perjuangan harus berjalan terus.

meningkatkan rasa syukur

Tidak diragukan lagi, untuk meraih sukses kita perlu meningkatkan rasa syukur kita terhadap nikmat yang Allah berikan kepada kita. Bagaimana tidak, kita sudah belajar bagaimana manfaat syukur yang luar biasa dalam kehidupan kita. Namun, yang menjadi pertanyaan, kenapa masih banyak orang yang tidak atau kurang bersyukur? Atau ada juga orang yang merasa sudah bersyukur, tetapi dia merasa tidak ada tambahan nikmat sesuai dengan janji Allah. Padahal janji Allah tidak mungkin salah. Artinya cara bersyukur kita yang salah, kita merasa bersyukur padahal kita belum bersyukur.

Tiga Kesalahan Dalam Bersyukur

Jika kita bersyukur, nikmat kita akan ditambah oleh Allah. Mungkin, kita sudah hafal ayat Al Quran yang menjelaskan hal ini:

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu (QS Ibrahim:7)

Lalu, mengapa ada orang yang merasa sudah bersyukur tetapi merasa tidak mendapatkan nikmat tambahan? Karena janji Allah tidak mungkin salah, artinya ada yang salah dengan diri kita. Ada tiga kemungkinan:

  • Pertama: cara kita bersyukur yang salah.
  • Kedua: kita kurang peka terhadap nikmat yang sebenarnya sudah Allah berikan kepada kita.
  • Ketiga: Allah memberikan nikmat lain yang terbaik bagi kita, tapi kita tidak menyadarinya.

Pada artikel kali ini, saya akan fokus menyoroti tentang point kedua dan ketiga. Dengan dua penyebab itu, kita akan kurang bersyukur. Jika kita kurang bersyukur, maka wajar jika nikmat tidak kunjung datang. Kita harus terus meningkatkan rasa syukur kita terhadap nikmat Allah. Insya Allah, poin pertama, cara bersyukur akan dibahas pada artikel lain.

Bagaimana cara meningkatkan rasa syukur?

  1. Luangkan waktu untuk merenungkan nikmat-nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita. Nikmat itu sangat banyak, bahkan tidak akan terhitung. Lalu mengapa banyak orang yang merasa tidak mendapatkan nikmat? Karena mereka kurang memberikan perhatian terhadap nikmat-nikmat yang sudah Allah berikan. Allah mengulang-ngulang ayat "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" dalam surah ar Rahmaan, dimana salah satu hikmahnya adalah agar kita lebih memperhatikan nikmat-nikmat. Saat kita memberikan perhatian terhadap nikmat, kita akan melihat, kita akan ngeh, bahwa nikmat Allah yang kita terima sangat banyak.
  2. Berprasangka baiklah kepada Allah. Banyak nikmat yang tidak terlihat bagi kita. Kita sering menganggap bahwa nikmat itu harus dalam bentuk materi, padahal lebih luas dari itu. Seringkali kita menganggap bahwa nikmat itu adalah sebuah pemberian, padahal bisa saja Allah sudah menghindarkan kita dari suatu musibah yang asalnya akan menimpa kita. Mungkin tidak ada yang bertambah pada diri kita, tetapi terhindar dari musibah bukankan sebuah nikmat yang besar? Renungkanlah…
  3. Setelah kita mengetahui bahwa nikmat Allah begitu banyaknya, maka langkah selanjutnya ialah memasukan pengetahuan ini ke dalam hati. Agar melekat dengan diri kita sehingga rasa syukur kita akan bertambah. Caranya ialah terus menerus mengingat nikmat dalam berbagai kesempatan. Semakin sering kita mengingat nikmat, akan semakin tertancap dalam hati, maka rasa syukur pun akan meningkat.

Jadi cara meningkatkan rasa syukur diawali dengan pengetahuan akan nikmat yang telah kita terima. Namun tidak cukup hanya pengetahuan saja, karena banyak orang yang tahu tetapi kurang bersyukur. Pengetahuan akan nikmat ini harus tertanam dalam hati kita.

Bagaimana Dengan Percaya Diri Menghasilkan Lebih Banyak Uang

Percaya diri adalah modal yang sangat penting untuk membantu memudahkan kita mendapatkan uang lebih banyak. Percaya diri bukan hanya untuk mendapatkan pacar atau sekedar dianggap hebat. Percaya diri adalah faktor penting untuk meraih sukses, salah satunya mendapatkan uang.

Sejauh mana peran percaya diri dalam menghasilkan uang? Perannya sangat besar. Apa yang Anda miliki saat ini adalah sesuai tingkat percaya diri Anda selama ini. Jika Anda mampu meningkatkan kepercayaan diri, insya Allah, apa yang Anda miliki atau lakukan akan lebih baik.

OK, sekarang kita lihat, bagaimana dengan percaya diri kita bisa menghasilkan lebih banyak uang.

Pertama: orang yang percaya diri, karena menganggap diri mampu melakukan sesuatu, dia akan lebih banyak mencoba. Logikanya sederhana, lebih banyak mencoba artinya dia akan memiliki peluang berhasil lebih besar.

Peluang-peluang yang dimaksud bisa berkaitan dengan masalah uang, misalnya peluang bisnis, peluang pekerjaan yang sulit, peluang mendapatkan proyek, peluang mengajar, peluang berbicara, dan berbagai peluang lainnya yang bisa menghasilkan uang. Sejauh mana Anda mencoba peluang akan berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan diri Anda.

Orang yang rendah akan diri ragu dan berkata, "Bisa nggak saya yah?", "Sepertinya saya tidak akan mampu.", "Bisa sich kalau tidak dipersulit." dan berbagai ungkapan gambaran rendah diri lainnya. Dia tidak akan bertindak atau bertindak dengan penuh keraguan.

Sementara orang yang percaya diri akan berkata, "Insya Allah saya sanggup." "Memang sulit, tapi saya akan coba.", "Sekarang saya memang belum bisa, tetapi setelah belajar saya akan bisa." Oleh karena itu, dia akan mengambil peluang tersebut dan memiliki kemungkinan berhasil jauh lebih besar.

Jelas, bahwa orang yang percaya diri akan memiliki peluang memiliki uang lebih banyak.

Kedua: Orang yang percaya diri akan memiliki koneksi lebih baik. Dia akan percaya diri berhadapan dengan orang lain, termasuk orang yang sukses sekali pun. Jika dalam bersosialisasi bagus dan mudah berelasi, maka silaturahim akan berjalan baik. Sementara silaturahim akan mendatangkan rezeki.

Sudah kita pahami bahwa peluang sering datang dari jaringan. Bagaimana kita akan memiliki peluang jika kita tidak percaya diri untuk masuk ke dalam jaringan. Orang percaya diri akan memiliki jaringan lebih banyak artinya akan memiliki peluang untuk sukses lebih besar.

Ketiga: orang yang percaya diri tidak akan ragu untuk menjual. Menjadi salesman? Salah satunya. tetapi bukan hanya itu, termasuk menjual dirinya agar diberikan proyek besar, diberikan pekerjaan, diberikan peluang berbicara, menjual diri untuk diberikan modal bisnis, dan termasuk menjual produk dan jasa Anda.

Jadi jelas, percaya diri bukan hanya sekedar tampilan saja. Bukan sekedar untuk menggaet lawan jenis. Bukan sekedar agar gaul. Percaya diri sangat menopang keberhasilan finansial Anda. Termasuk, jika Anda seorang juru dakwah, percaya diri akan menopang dakwah Anda.

Mulai sekarang, tingkatkan kepercayaan diri Anda. Silahkan baca artikel-artikel yang sudah dimuat disini tentang cara meningkatkan kepercayaan diri.

Kirimkan artikel/postingan anda beserta gambar via e-mail ke awymks.ynmc@blogger.com (Langsung Tayang)

INFO KEGIATAN IPMI-ISA-IKM SIDRAP DAN TOKOH MASYARAKAT SIDRAP ( KLIK BANNER)

LAGU BUGIS

d>